`s Website, ,

Tips Menabung Bagi Yang Berpenghasilan Pas-pasan

penghasilan pas-pasanIstilah P-6 sering kali terdengar sebagai bahan lelucon untuk menggambarkan kondisi kebanyakan dari kita yaitu kependekan dari Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-pasan, dan sering ditambahkan menjadi P-10 dengan lanjutannya….Potong Pajak Potong Pinjaman, bahkan ada yang lebih sadis ditambahin lagi menjadi P-16… Pinggang Pegal Pantat Panas Pala Pening….


Sudah jadi hal lumrah dan sering dimaklumi oleh banyak orang, dan bukan hal yang mengherankan bahwa orang susah sekali untuk bisa menyisihkan sebagian penghasilan / gaji untuk ditabung. Banyak dari kita mendapati bahwa uang hasil gaji atau penghasilan ludes tak bersisa sebelum akhir bulan, hilang tanpa bekas di dompet atau rekening bank. Dan lagi-lagi, cuma dimaklumi saja, dengan alasan memang gaji tidak mencukupi.

Para penasehat keuangan pribadi selalu menyarankan agar kita selalu rutin menyisihkan minimal 10% dari penghasilan untuk ditabung. Begitu pula buku klasik The Richest Man in The Babylon telah memberikan contoh yang sungguh jelas tentang manfaat untuk selalu disiplin dalam menabung sebesar 10% tersebut.

Dari berbagai sumber, didapatkan bahwa orang-orang belum bisa memiliki disiplin menabung karena yang tertanam dalam mindset dan perilakunya secara sadar atau tidak sadar bahwa menabung adalah  “KALAU ADA UANG SISA”. Nah, hal inilah yang menjadi pangkal masalahnya. Kalau hanya mengandalkan uang sisa dari penggunaan gaji setiap bulan hampir 100% tidak akan ada uang yang tersisa! Mengapa demikian? Karena dengan berharap uang sisa, maka kita tentu saja tidak memiliki gambaran yang jelas berapa uang yang tersisa kelak? 1 juta, 100 ribu atau 5 ribu perak kah? Tidak ada yang tahu, dan pada kenyataannya dengan selalu mengharap uang sisa. tanpa terasa, setiap kali ada saja yang ingin kita beli, misalnya karena berbagai promosi di media massa atau mall, semakin menambah semangat tinggi untuk menghabiskan pendapatan kita. Pada akhirnya, tidak asing lagi,  belum akhir bulan duit sudah tidak bersisa. Parahnya lagi, membayar dengan hutang kartu kredit tapi tidak bisa membayar penuh, atau bahkan berhutang ke orang lain.

Ok sekarang tentu kita tidak mau mengalami kondisi tersebut sepanjang hidup kita bukan? Kita ingin mengubah kebiasaan dan mindset tersebut, dan memiliki tabungan untuk hari depan, bukan? Nah, sekarang bagaimana mengubah pola kebiasaan tersebut? Jawabannya sebenarnya sudah sering kita baca atau dengar yaitu MENABUNGLAH DI AWAL BULAN, bukan di belakang alias uang sisa. Setiap kali kita menerima gaji maka langsung lah dipotong minimal 10% untuk dimasukkan ke tabungan kita. Dengan seperti itu maka kita hanya akan fokus untuk menghabiskan yang 90% nya saja, dan bukannya 100% dibelanjakan. Sehingga seluruh pengeluaran dan keinginan belanja kita hanya berkutat pada yang 90% tersebut saja. Jadi contohnya gaji Anda misalnya Rp. 1.500.000, maka setiap kali gajian langsung kita langsung sisihkan/potong sebesar Rp. 150.000. Mudah bukan?

Pertanyaannya bagaimana agar kita benar-benar disiplin dalam menjalani proses menabung setiap bulannya? Beberapa hal di bawah ini patut Anda perhatikan:

– Jangan ditabung di rumah/brankas. Karena akan menimbulkan godaan untuk suatu waktu diambil, sehingga buyarlah rencana panjang kita untuk bisa menabung.
– Jangan ditabung di rekening bank dengan menggunakan ATM. Karena lagi-lagi ini membuka peluang untuk kita suatu waktu bisa mengambilnya.
– Bukalah rekening tabungan yang Anda blokir (dead account) dalam jangka waktu tertentu, sehingga tidak bisa kita ambil selama jangka waktu tersebut.
– Mintalah pihak bank untuk langsung memotong 10% atau lebih dari gaji kita untuk disimpan ke dead account tersebut.
– Jangan selalu mengingat rekening dead account kita tersebut dan anggap saja layaknya kita “belanja” 10% setiap bulan.

Kelima hal di atas akan sangat membantu kita membentuk perilaku dan disiplin tinggi dan menghindari godaan perilaku konsumtif untuk supaya selalu rajin menabung. Sehingga tanpa kita sadari bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun,  pundi pundi tabungan kita akan membengkak dan ketika saatnya tiba tabungan tersebut bisa kita ambil dan bisa kita kembangbiakkan dalam salah satu instrumen investasi atau untuk keperluan lain.

Nah, untuk sementara inilah kiat sederhana yang bisa kami sampaikan dan kiat ini tidak akan ada gunanya bila tidak dipraktekkan langsung. Kami tunggu cerita keberhasilan Anda dalam menerapkan kiat ini.

Leave a Reply