`s Website, ,

Proteksi Penghasilan Anda

now browsing by category

 

Sudah Siap Dipanggilkah Anda ?

Are-You-Ready-Tomb-Front-copy-icon-copy“Sudah siap dipanggilkah anda hari ini?”

Pada saat penentuan menteri-menteri anggota Kabinet Kerja dari Presiden baru Pak Jokowi banyak orang-orang pandai di negeri ini berharap untuk mendapat panggilan telepon dari Presiden Jokowi. Bahkan yang biasa telponnya dimatikan kalau malam hari itu telepon dinyalakan 24 jam dan volume suaranya dibesarkan hingga maksimum.

Panggilan dari Presiden benar-benar sesuatu sekali. Kalau anda yang menerima panggilan sekarang dari Presiden apakah anda sanggup? Wah, gak lah pak, mana saya siap? Saya cuma orang biasa-biasa saja, gak sangguplah untuk jadi Menteri mengurus penduduk seluruh Indonesia yang jumlahnya ratusan juta, lah wong ngurusin keluarga sendiri saja sudah pontang-panting pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan…. Demikian jawab salah seorang teman yang ditanya apakah dia siap dipanggil Presiden.

Ternyata… panggilan dari seorang presiden yang notabene hanya seorang manusia bisa juga bikin orang ngeri. Pertanyaannya sekarang kepada kita semua, apakah anda siap dipanggil oleh Tuhan, sekarang ? Sekarang pak ? Iya, dipanggil pulang sekarang, hari ini..! Oh..tidak… jangan sekarang pak, anak-anak saya masih kecil-kecil…. saya masih punya tanggungan hutang banyak… saya juga masih menanggung ke dua orang tua saya plus dua orang mertua plus adik-adik saya… (ini juga jawaban dari teman yang kita tanya kesiapannya bilamana dipanggil oleh Sang Pencipta sekarang).

Di salah satu buku favorit saya, yang ditulis oleh Stephen R. Covey yang berjudul “7 Habbits of Highly Effective People”, dikisahkan ada orang yang menghadiri upacara pemakaman seeorang yang dihadiri oleh seluruh anggota keluarga, saudara dan juga teman-temannya. Dan satu persatu semua anggota keluarga dan teman-teman almarhum maju dan menceritakan apa pendapatnya mengenai almarhum semasa hidupnya. Dikisahkan betapa terkejutnya ketika orang yang hadir tadi melihat ternyata yang berada di peti mati yang akan dikuburkan itu adalah dia sendiri.

Sekarang bila anda yang berada di situasi seperti itu, di saat tubuh anda terbujur kaku di hadapan keluarga dan teman-teman anda, kalimat-kalimat apa yang ingin anda dengar keluar dari istri atau anak-anak anda? Apakah seperti ini ucapan istri anda: “…..semasa suami saya masih hidup, beliau bekerja sangat keras untuk mencukupi kebutuhan saya dan anak-anak, kami bisa naik mobil dan bisa pergi jalan-jalan dan keluar makan ke mall setiap sabtu dan minggu. Anak-anak kami juga bisa bersekolah di sekolah yang berstandar internasional… tapi dengan meninggalnya suami saya tercinta, saya tidak tahu bagaimana saya harus berusaha agar dapat uang untuk membayar cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan hutang tanpa agunan yang bulan lalu diambil buat renovasi rumah…belum lagi tagihan dari kartu-kartu kredit…. sepertinya anak-anak harus pindah ke sekolah yang biasa-biasa saja yang lebih murah… saya juga tidak tahu bagaimana nanti apakah bisa membiayai anak-anak sampai lulus perguruan tinggi…….”.

Ataukah ucapan seperti ini yang ingin anda dengar keluar dari mulut mungil anak-anak anda yang anda cintai: “….. ternyata Ayah sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan bijak…. walau Ayah sudah tiada …. kami tidak perlu mengharapkan belas kasihan dari sanak saudara untuk membantu keuangan …..kami tidak perlu pusing dengan cicilan rumah dan cicilan mobil…  kami tetap akan bisa melanjutkan sekolah hingga sampai kami lulus kuliah nanti… terimakasih Ayah”.

Kisah di atas hanyalah kisah imaginer belaka, namun cepat atau lambat hal itu pasti akan kita hadapi. Anda harus cerdas dan bijak dalam mengelola dan merencanakan keuangan anda. Seperti yang disebutkan di salah satu kitab suci: “…orang bijak meninggalkan warisan untuk anak-cucunya”… warisan finansial yang cukup tentunya, bukan warisan hutang yang menyengsarakan.

Jadi… sudah siapkah bila anda dipanggil hari ini ?.