`s Website, ,

November, 2015

now browsing by month

 

Apa Arti Uang 12 Ribu Rupiah Bagi Anda

12 ribu rupiah per hari

Apa Arti 12 Ribu Rupiah Per Hari Bagi Anda

Apa yang bisa anda lakukan dengan dua belas ribu rupiah per hari ? Bila pertanyaan ini ditujukan kepada kita, jawabannya bisa bermacam-macam:

– Bisa untuk beli ketoprak telor sepiring

– Bisa untuk ongkos naik angkot ke kantor

– Bisa untuk naik ojeg menuju rumah dari stasiun/terminal

– Bisa buat beli bensin seliter lebih dikit

– Bisa untuk bayar tol menuju kantor

– Bisa untuk pergi ke mall tapi buat bayar parkir mobil doang selama 3 jam

– Bisa untuk style tanpa batas (ingat iklan rokok tertentu, jadi beli rokok sebungkus sudah bisa bergaya tanpa batas)

Hmmm…..style tanpa batas bisa didapat dengan 12 ribu rupiah per hari tapi hanya bergaya dalam lamunan sambil merokok. Asyik juga sih terdengarnya. Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya uang dua belas ribu rupiah per hari apabila anda tabung dengan cara yang cerdas di instrumen investasi yang tepat benar-benar bisa memberikan anda life style tanpa batas dalam arti yang sesungguhnya, dimana anda bisa menjadi mapan secara finansial untuk bisa menikmati khidupan masa depan anda?

Semakin dini anda bisa memulai menabung maka semakin ringan beban anda. Contoh berikut adalah ilustrasi bagaimana perbedaan dua orang yang ingin memiliki tabungan pensiun yang lumayan di usia 60 tahun. Orang pertama katakan namanya A mulai menabung di usia muda yaitu di saat dia mendapatkan gaji pertamanya, dia sisihkan sebesar Rp. 12,000,- per hari atau Rp. 350,000 per bulan (Rp. 4,200,000 per tahun). Dan dia menabung hanya selama 5 tahun pertama saja di sebuah instrumen investasi yang memberikan hasil investasi katakan rata-rata 20% per tahun. Si A ini hanya dengan menabung di 5 tahun pertama sebanyak 4,200,00 rupiah per tahun dan di tahun ke 6 sudah tidak menabung lagi, maka di usia nya yang ke 60 si A akan memiliki dana pensiun sebesar 10,68 Milyar Rupiah.

Bandingkan dengan orang ke dua, si B, yang tidak segera mulai menabung, dan di usia ke 40 baru mulai timbul kesadaran untuk menabung, maka dengan tingkat pengembalian investasi yang sama, untuk mendapatkan jumlah uang pensiun yang sama yaitu 10,68 Milyar maka si B harus menabung sebanyak 39,5 Juta rupiah per tahun mulai dari usia 40 hingga usia 60 tahun. Harus nabung segitu banyak dalam jangka 20 tahun pula. Sangat berbeda sekali jumlah yang harus ditabung untuk yang mulai menabungnya di usia lebih muda yang hanya 12 ribu rupiah per hari dan hanya 5 tahun saja dibanding dengan yang terlambat menabung.

Seorang teman yang lumayan ganteng dan berusia 24-an sebut saja namanya si Boy… beberapa hari yang lalu bercerita bahwa dia barusan patah hati karena seorang gadis yang dia harapkan untuk bisa menjadi pasangan hidupnya dengan terang-terangan berkata kepadanya bahwa karena gadis itu sudah memiliki penghasilan yang cukup maka ngapain harus memilih seorang pria yang belum mapan? Mak jleeb…. Sakitnya tuh di sini kata teman tadi dengan tampang memelas sambil memegang dadanya. Ternyata memang benar apa kata sebuah pepatah: pada akhirnya kemapanan finansial akan mengalahkan ketampanan. So, teman-teman… mulailah menabung sekarang….. sekecil apapun pasti akan jadi sesuatu yang sangat berarti bila dimulai sejak usia dini. Bukan salah anda bila anda lahir miskin, namun bila anda hidup dan mati miskin itu 100% karena kesalahan anda.

5 alasan mengapa kita terpaksa harus menabung

batman harus nabungAlasan Mengapa Anda Harus Dipaksa Menabung

Kita semua tahu bahwa menabung itu baik karena sejak kecil kita diajarkan baik di rumah maupun di sekolah untuk menabung. Ada yang masih ingat bagaimana perasaan saat memecah celengan dengan palu dan menemukan banyak uang logam dan uang kertas? Wow… it is priceless…! Sulit dilukiskan dengan kata-kata. Perasaan senang karena sudah memiliki sejumlah uang yang bisa dipakai untuk membeli suatu barang yang diinginkan setelah menabung beberapa bulan atau beberapa tahun di celengan ayam itulah alasan utama mengapa kita tetap harus menabung di saat kita sudah menginjak usia dewasa.

Justru tantangan kehidupan semakin berat pada saat kita sudah dewasa dan harus bertanggungjawab tidak hanya terhadap diri sendiri tetapi untuk istri dan anak-anak serta orang tua yang sudah makin senja usianya.

Menabung bukan hanya sekedar menyisihkan uang kalau ada dan kalau sempat tetapi sudah merupakan kewajiban yang apabila dilakukan secara disiplin dan teratur akan menjamin kenyamanan hidup kita.

Berikut adalah alasan mengapa kita harus menabung:

1. Dana Darurat

Setiap saat musibah bisa menimpa kita baik berupa sakit, kecelakaan, bencana alam, bisnis yang menurun atau bahkan kehilangan pekerjaan. Para perencana keuangan atau financial planner selalu menyarankan anda harus memiliki EMERGENCY FUND atau DANA DARURAT sebesar paling sedikit 6 kali penghasilan bulanan anda. Dana ini harus selalu tersedia di rekening tabungan yang liquid yang bisa diambil setiap saat dengan mudah.

Mengapa harus 6 bulan ? Apabila kita usaha sendiri, saat kita sakit atau kecelakaan mungkin tidak ada pemasukan untuk beberapa bulan. Atau apabila kita kehilangan pekerjaan mungkin perlu waktu beberapa bulan hingga kita bisa memperoleh pekerjaan baru.

2. Dana Untuk Pengeluaran Tahunan

Banyak pengeluaran tahunan yang mau tidak mau atau suka tidak suka tetap harus kita hadapi, misalnya:  STNK dan pajak mobil atau motor, PBB untuk rumah/tanah, service AC, service mobil/motor, perbaikan bagian dari rumah (atap bocor/pintu rusak/peralatan dapur rusak dsb), mudik lebaran keluarga setahun sekali, liburan keluarga tahunan, daftar ulang sekolah anak, dsb dsb.

Dana ini wajib disediakan, dan tentu saja akan sangat menyenangkan bila kita sudah menyiapkannya mulai dari setahun sebelumnya, jadi jangan kita terkaget-kaget tiap kali mengetahui wah sudah jatuh tempo harus bayar PBB, waduh STNK mobil sudah habis, sudah harus beli tiket pesawat buat semua anggota keluarga karena waktunya pergi mudik Lebaran, atau sudah waktunya liburan ke Bali dsb dsb.

Sebagian besar memang bisa kita bisa bayar menggunakan kartu kredit, tetapi akan menjadi masalah bilamana kartu kredit dipergunakan untuk membayar sementara kita tidak punya dana untuk membayar tagihan secara penuh. Yang ada kita akan terjerat oleh bunga kartu kredit yang sangat besar.

3. Dana Untuk Pengeluaran Besar

Beberapa contoh pengeluaran besar yang pasti adalah biaya masuk sekolah anak atau biaya masuk ke perguruan tinggi. Bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta biaya masuk perguruan tinggi yang bagus saat ini. Kecuali anak-anak kita memiliki karunia otak yang sangat cerdas sehingga bisa masuk tanpa test dan memperoleh bea siswa sehingga biaya menjadi relative jauh lebih kecil.

Selain itu pengeluaran besar yang lain adalah apabila kita ingin membeli mobil baru atau mengganti mobil lama dengan mobil baru misalnya dalam 2 atau 3 tahun ke depan. Atau apabila kita sudah bosan jadi kontraktor dan ingin membeli rumah sendiri. Atau kita ingin merencanakan liburan special bersama keluarga setiap 5 tahun sekali ke Korea atau Eropa misalnya.

Renovasi rumah adalah pengeluaran besar yang harus disiapkan dananya sejak dini, jangan lupa disediakan dana ekstra lagi karena biasanya pengeluaran untuk renovasi rumah ini selalu akan membengkak jauh lebih besar dari budget pada saat pelaksanaan karena selalu dirasa kurang ini dan kurang itu.

Bagaimana dengan pergi ke tanah suci untuk Umroh atau naik Haji ? Pengeluaran ini juga cukup besar dan harus dipersiapkan jauh-jauh hari.

4. Pensiun Nyaman

Siapa yang ingin di usia 70 tahun masih tetap harus bekerja? Bahkan kalaupun terpaksa ingin bekerja karena tuntutan ekonomi sepertinya tidak ada perusahaan yang mau menggaji orang yang sudah lemah secara fisik. Bahkan kebanyakan usia pensiuan yang normal adalah 55 tahun. Nah di saat kita sudah tidak memiliki penghasilan karena memasuki usia pensiun apakah standard hidup atau life style kita juga harus diturunkan secara drastis? Dengan program menabung yang cerdas niscaya anda bisa memiliki dana pensiun yang cukup untuk tetap bisa menikmati hidup dengan nyaman.

5. Ingin memiliki bisnis sendiri

Banyak di antara kita yang ingin memiliki bisnis atau usaha sendiri tetapi terkendala dengan ketiadaan modal. Masalah klasik yang sebenarnya bisa diatasi apabila kita disiplin menyisihkan sebagian dari penghasilan kita untuk dikumpulkan menjadi modal usaha. Kalau hanya mengharapkan sisa-sisa uang belanja bulanan, akan sangat sulit bisa mengumpulkan uang untuk modal awal usaha.

Tips Menabung Bagi Yang Berpenghasilan Pas-pasan

penghasilan pas-pasanIstilah P-6 sering kali terdengar sebagai bahan lelucon untuk menggambarkan kondisi kebanyakan dari kita yaitu kependekan dari Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-pasan, dan sering ditambahkan menjadi P-10 dengan lanjutannya….Potong Pajak Potong Pinjaman, bahkan ada yang lebih sadis ditambahin lagi menjadi P-16… Pinggang Pegal Pantat Panas Pala Pening….


Sudah jadi hal lumrah dan sering dimaklumi oleh banyak orang, dan bukan hal yang mengherankan bahwa orang susah sekali untuk bisa menyisihkan sebagian penghasilan / gaji untuk ditabung. Banyak dari kita mendapati bahwa uang hasil gaji atau penghasilan ludes tak bersisa sebelum akhir bulan, hilang tanpa bekas di dompet atau rekening bank. Dan lagi-lagi, cuma dimaklumi saja, dengan alasan memang gaji tidak mencukupi.

Para penasehat keuangan pribadi selalu menyarankan agar kita selalu rutin menyisihkan minimal 10% dari penghasilan untuk ditabung. Begitu pula buku klasik The Richest Man in The Babylon telah memberikan contoh yang sungguh jelas tentang manfaat untuk selalu disiplin dalam menabung sebesar 10% tersebut.

Dari berbagai sumber, didapatkan bahwa orang-orang belum bisa memiliki disiplin menabung karena yang tertanam dalam mindset dan perilakunya secara sadar atau tidak sadar bahwa menabung adalah  “KALAU ADA UANG SISA”. Nah, hal inilah yang menjadi pangkal masalahnya. Kalau hanya mengandalkan uang sisa dari penggunaan gaji setiap bulan hampir 100% tidak akan ada uang yang tersisa! Mengapa demikian? Karena dengan berharap uang sisa, maka kita tentu saja tidak memiliki gambaran yang jelas berapa uang yang tersisa kelak? 1 juta, 100 ribu atau 5 ribu perak kah? Tidak ada yang tahu, dan pada kenyataannya dengan selalu mengharap uang sisa. tanpa terasa, setiap kali ada saja yang ingin kita beli, misalnya karena berbagai promosi di media massa atau mall, semakin menambah semangat tinggi untuk menghabiskan pendapatan kita. Pada akhirnya, tidak asing lagi,  belum akhir bulan duit sudah tidak bersisa. Parahnya lagi, membayar dengan hutang kartu kredit tapi tidak bisa membayar penuh, atau bahkan berhutang ke orang lain.

Ok sekarang tentu kita tidak mau mengalami kondisi tersebut sepanjang hidup kita bukan? Kita ingin mengubah kebiasaan dan mindset tersebut, dan memiliki tabungan untuk hari depan, bukan? Nah, sekarang bagaimana mengubah pola kebiasaan tersebut? Jawabannya sebenarnya sudah sering kita baca atau dengar yaitu MENABUNGLAH DI AWAL BULAN, bukan di belakang alias uang sisa. Setiap kali kita menerima gaji maka langsung lah dipotong minimal 10% untuk dimasukkan ke tabungan kita. Dengan seperti itu maka kita hanya akan fokus untuk menghabiskan yang 90% nya saja, dan bukannya 100% dibelanjakan. Sehingga seluruh pengeluaran dan keinginan belanja kita hanya berkutat pada yang 90% tersebut saja. Jadi contohnya gaji Anda misalnya Rp. 1.500.000, maka setiap kali gajian langsung kita langsung sisihkan/potong sebesar Rp. 150.000. Mudah bukan?

Pertanyaannya bagaimana agar kita benar-benar disiplin dalam menjalani proses menabung setiap bulannya? Beberapa hal di bawah ini patut Anda perhatikan:

– Jangan ditabung di rumah/brankas. Karena akan menimbulkan godaan untuk suatu waktu diambil, sehingga buyarlah rencana panjang kita untuk bisa menabung.
– Jangan ditabung di rekening bank dengan menggunakan ATM. Karena lagi-lagi ini membuka peluang untuk kita suatu waktu bisa mengambilnya.
– Bukalah rekening tabungan yang Anda blokir (dead account) dalam jangka waktu tertentu, sehingga tidak bisa kita ambil selama jangka waktu tersebut.
– Mintalah pihak bank untuk langsung memotong 10% atau lebih dari gaji kita untuk disimpan ke dead account tersebut.
– Jangan selalu mengingat rekening dead account kita tersebut dan anggap saja layaknya kita “belanja” 10% setiap bulan.

Kelima hal di atas akan sangat membantu kita membentuk perilaku dan disiplin tinggi dan menghindari godaan perilaku konsumtif untuk supaya selalu rajin menabung. Sehingga tanpa kita sadari bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun,  pundi pundi tabungan kita akan membengkak dan ketika saatnya tiba tabungan tersebut bisa kita ambil dan bisa kita kembangbiakkan dalam salah satu instrumen investasi atau untuk keperluan lain.

Nah, untuk sementara inilah kiat sederhana yang bisa kami sampaikan dan kiat ini tidak akan ada gunanya bila tidak dipraktekkan langsung. Kami tunggu cerita keberhasilan Anda dalam menerapkan kiat ini.