`s Website, ,

October, 2015

now browsing by month

 

Living Above Red Line

Red%20Line%20MIS223Apakah kehidupan keuangan anda berada di zona merah ?

Ya, banyak kita temui teman-teman kita yang secara pekerjaan terlihat mapan dari luar namun pada kenyataannya sering kali mengeluh tidak punya uang dan banyak hutang di mana-mana. Kartu kredit punya banyak, tetapi tumpukan tagihan tidak pernah terbayar penuh.

Bagaikan mobil atau motor yang dipacu dengan sangat kencang dengan RPM berada di angka-angka yang berwarna merah, begitulah gambaran gaya hidup dengan pengeluaran maksimum tanpa memikirkan akibat-akibat yang bisa ditimbulkan dalam jangka panjang.

Naik mobil atau motor yang melaju kencang memang bisa sangat menyenangkan, adrenalin bisa terpacu naik tinggi dan menimbulkan rasa puas. Tetapi jangan dilupakan bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan terus menerus. Mesin bisa menjadi over heat dan terlalu panas yang bisa menyebabkan kerusakan permanen yang tidak bisa diperbaiki lagi. Begitu pula kapasitas tangki bensin yang terbatas dimana pada akhirnya kita akan kehabisan bensin dan tidak bisa melanjutkan kesenangan kita.

Apabila gaya dan pola hidup kita selalu berfoya-foya hanya untuk memuaskan kesenangan sesaat, ingin memiliki barang-barang mewah bayar menggunakan kartu kredit, pergi pelesir keluar kota atau ke luar negeri bersama dengan teman-teman semua pengeluaran menggunakan kartu kredit baik untuk beli tiket pesawat, hotel maupun makan di restoran, gadget selalu ganti tiap kali keluar model baru lagi-lagi bayarnya pakai kartu kredit, dan yang membuat celaka adalah tagihan kartu kredit hanya dibayar minimumnya saja. Padahal bunga kartu kredit itu sangat tinggi.

Godaan yang juga cukup berbahaya adalah tawaran-tawaran melalui sms ataupun telephone dari orang-orang yang tidak jelas yang bisa memberikan solusi keuangan di saat pasokan bensin kita habis, yaitu solusi keuangan KTA alias kredit tanpa agunan dengan proses yang sangat mudah untuk mendapatkan pinjaman tanpa agunan ini.

Orang-orang yang selalu hidup di zona merah ini bisa dikatakan termasuk orang yang tidak memiliki kecerdasan finansial, seandainya mereka mau sedikit saja meluangkan waktu untuk melihat kenyataan dan mempelajari kondisi keuangannya niscaya mereka bisa selamat tanpa hidup terjerat hutang. Apabila masih ada di antara kita yang sedang membaca artikel ini yang hutang kartu kreditnya, mari kita selesaikan secara adat, ada banyak tips untuk bisa melunasi tagihan kartu-kartu kredit nan tak kunjung habis itu. Dan tentu saja mau tidak mau, bisa tidak bisa, kita harus segera menurunkan laju putaran mesin kita dan jangan lagi melaju di zona merah agar kenyamanan finansial yang sebenarnya bisa kita miliki, bukan kenikmatan sesaat yang berasal dari hutang.

Satu hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah selalu dan selalu melihat kesempatan untuk bisa menambah penghasilan, akan selalu ada peluang-peluang bisnis yang bisa kita lakukan untuk mempercepat pencapaian tujuan finansial kita.

 

 

Pengelolaan Keuangan Agar Tabungan Selalu Ada Isinya

 

cara menabungBaru tanggal belasan kok uangku di tabungan sudah tipis ya..? “

“Maaf, saya gak ikutan pergi, dana di tabunganku sudah gak ada…”

“Belanja segitu saja bawa duit 300 ribu kok ya gak ada sisanya..

 

Kalimat-kalimat di atas tentu sangat familiar di telinga karena sering sekali terdengar dilontarkan oleh teman-teman kita atau bahkan oleh pasangan kita sendiri?

 

Read the rest of this page »

Sudah Siap Dipanggilkah Anda ?

Are-You-Ready-Tomb-Front-copy-icon-copy“Sudah siap dipanggilkah anda hari ini?”

Pada saat penentuan menteri-menteri anggota Kabinet Kerja dari Presiden baru Pak Jokowi banyak orang-orang pandai di negeri ini berharap untuk mendapat panggilan telepon dari Presiden Jokowi. Bahkan yang biasa telponnya dimatikan kalau malam hari itu telepon dinyalakan 24 jam dan volume suaranya dibesarkan hingga maksimum.

Panggilan dari Presiden benar-benar sesuatu sekali. Kalau anda yang menerima panggilan sekarang dari Presiden apakah anda sanggup? Wah, gak lah pak, mana saya siap? Saya cuma orang biasa-biasa saja, gak sangguplah untuk jadi Menteri mengurus penduduk seluruh Indonesia yang jumlahnya ratusan juta, lah wong ngurusin keluarga sendiri saja sudah pontang-panting pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan…. Demikian jawab salah seorang teman yang ditanya apakah dia siap dipanggil Presiden.

Ternyata… panggilan dari seorang presiden yang notabene hanya seorang manusia bisa juga bikin orang ngeri. Pertanyaannya sekarang kepada kita semua, apakah anda siap dipanggil oleh Tuhan, sekarang ? Sekarang pak ? Iya, dipanggil pulang sekarang, hari ini..! Oh..tidak… jangan sekarang pak, anak-anak saya masih kecil-kecil…. saya masih punya tanggungan hutang banyak… saya juga masih menanggung ke dua orang tua saya plus dua orang mertua plus adik-adik saya… (ini juga jawaban dari teman yang kita tanya kesiapannya bilamana dipanggil oleh Sang Pencipta sekarang).

Di salah satu buku favorit saya, yang ditulis oleh Stephen R. Covey yang berjudul “7 Habbits of Highly Effective People”, dikisahkan ada orang yang menghadiri upacara pemakaman seeorang yang dihadiri oleh seluruh anggota keluarga, saudara dan juga teman-temannya. Dan satu persatu semua anggota keluarga dan teman-teman almarhum maju dan menceritakan apa pendapatnya mengenai almarhum semasa hidupnya. Dikisahkan betapa terkejutnya ketika orang yang hadir tadi melihat ternyata yang berada di peti mati yang akan dikuburkan itu adalah dia sendiri.

Sekarang bila anda yang berada di situasi seperti itu, di saat tubuh anda terbujur kaku di hadapan keluarga dan teman-teman anda, kalimat-kalimat apa yang ingin anda dengar keluar dari istri atau anak-anak anda? Apakah seperti ini ucapan istri anda: “…..semasa suami saya masih hidup, beliau bekerja sangat keras untuk mencukupi kebutuhan saya dan anak-anak, kami bisa naik mobil dan bisa pergi jalan-jalan dan keluar makan ke mall setiap sabtu dan minggu. Anak-anak kami juga bisa bersekolah di sekolah yang berstandar internasional… tapi dengan meninggalnya suami saya tercinta, saya tidak tahu bagaimana saya harus berusaha agar dapat uang untuk membayar cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan hutang tanpa agunan yang bulan lalu diambil buat renovasi rumah…belum lagi tagihan dari kartu-kartu kredit…. sepertinya anak-anak harus pindah ke sekolah yang biasa-biasa saja yang lebih murah… saya juga tidak tahu bagaimana nanti apakah bisa membiayai anak-anak sampai lulus perguruan tinggi…….”.

Ataukah ucapan seperti ini yang ingin anda dengar keluar dari mulut mungil anak-anak anda yang anda cintai: “….. ternyata Ayah sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan bijak…. walau Ayah sudah tiada …. kami tidak perlu mengharapkan belas kasihan dari sanak saudara untuk membantu keuangan …..kami tidak perlu pusing dengan cicilan rumah dan cicilan mobil…  kami tetap akan bisa melanjutkan sekolah hingga sampai kami lulus kuliah nanti… terimakasih Ayah”.

Kisah di atas hanyalah kisah imaginer belaka, namun cepat atau lambat hal itu pasti akan kita hadapi. Anda harus cerdas dan bijak dalam mengelola dan merencanakan keuangan anda. Seperti yang disebutkan di salah satu kitab suci: “…orang bijak meninggalkan warisan untuk anak-cucunya”… warisan finansial yang cukup tentunya, bukan warisan hutang yang menyengsarakan.

Jadi… sudah siapkah bila anda dipanggil hari ini ?.

 

 

 

Komunitas Cerdas Finansial Indonesia

logo finansial-rev (1)Salam Cerdas,

Komunitas Cerdas Finansial Indonesia tergabung di website www.cerdasfinansial.net, dengan misi mencerdaskan teman-teman anggota komunitas ini dari sisi finansial sehingga lebih bijak dalam mengelola keuangan dan merencanakan kehidupan masa depan yang lebih nyaman. Peluang-peluang bisnis pilihan yang relatif mudah untuk dilakukan tapi sangat menjanjikan juga akan dishare disini.