`s Website, ,
  • Komunitas Cerdas Finansial Indonesia

CERDAS PANGKAL SEJAHTERA

Hemat Pangkal Kaya...... pepatah yang sering kita dengar di masa kecil ini ternyata tidak bisa membawa kita ke kenyamanan finansial dengan cepat. Berhemat-hemat saja dan menaruh uang kita di dalam tabungan justru membuat kita menjadi lebih miskin di jangka panjang. Pasti banyak di antara kita yang punya impian untuk memiliki rumah di sebuah komplek perumahan besar namun impian tersebut belum juga tercapai, padahal sudah berhemat dan menabung mengumpulkan uang untuk pembayaran uang muka. Apa yang terjadi? Ternyata begitu target uang muka sekian sudah terkumpul dalam 5 tahun ternyata uang yang sudah susah payah dikumpulkan itu tidak cukup, karena harga rumah yang diincar sudah naik beberapa kali lipat.

Sekarang ini pepatah yang berlaku adalah Cerdas Pangkal Sejahtera. Kita tidak perlu punya otak seencer Albert Einstein atau pak BJ Habibie untuk bisa mencapai kenyamanan finansial. Bahkan kita juga tidak perlu gelar berderet S1, S2, S3 atau Profesor dibelakang nama untuk bisa menjadi kaya dan sejahtera. Begitu banyak kisah dari orang-orang sukses yang ternyata tidak lulus kuliah, Bill Gates, Steve Jobs, Sichiro Honda, Aristoteles Onasis, Lim Sioe Liong, Bob Sadino, dan banyak lagi yang lainnya serta yang terakhir jadi berita hangat di tanah air adalah ibu Susi seorang pengusaha sukses yang menjadi menteri di Kabinet pak Jokowi, dimana bu Susi ini hanya lulus SMP.

Yang kita perlukan adalah kecerdasan finansial. Tidak ada kata terlambat untuk memulai belajar agar setiap impian yang kita miliki bisa tergapai.

   

Resiko Kehidupan

 

Dalam kehidupan tiap orang terdapat beberapa resiko kehidupan yang sulit untuk dihindari:

 

SAKIT atau KECELAKAAN

Bila penyakit menghampiri kita, apalagi penyakit yang berat maka tabungan anda akan terkuras dengan cepat. Juga kecelakaan pun bisa menghabiskan isi tabungan anda untuk berobat dan memperbaiki kendaraan anda yang ringsek bahkan juga untuk mengobati korban kecelakaan yang diakibatkan oleh kelalaian kita.

.

MATI TERLALU CEPAT

Ketika kita ditanya, siapa yang ingin masuk surga, semua tangan teracung ke udara, tetapi ketika ditanya lagi, siapa yang mau pergi sekarang, tidak ada satu pun yang mau. Ternyata masih banyak keinginan-keinginan yang belum terpenuhi, masih banyak anggota keluarga (anak/istri/orang tua/saudara) yang harus ditanggung dan kehidupannya tergantung kepada kita. Kalau kita tutup usia terlalu cepat mereka akan menderita, anak-anak kita bagaimana makannya, sekolahnya, kuliahnya, kalau sakit bagaimana, belum lagi cicilan hutang. Kalau kita karyawan, apakah dengan meninggalnya kita perusahaan akan tetap memberikan gaji tiap bulan ke anak istri kita? Kalau kita punya usaha apakah anak istri kita mampu meneruskan usahanya? Resiko kematian yang datang terlalu cepat benar-benar malapetaka yang akan menghancurkan semua rencana finansial kita dan pukulan berat untuk keluarga kita.

.

HIDUP TERLALU LAMA

Hampir semua di antara kita ingin berumur panjang. Kelihatannya indah bisa menikmati kehidupan masa pensiun yang menyenangkan, bisa bermain-main dengan cucu yang imut dan lucu, bisa menikmati hobby kita misalnya memelihara burung atau bunga, bisa berjalan-jalan ke tempat-tempat indah di seluruh dunia, tanpa memikirkan harus bekerja lagi. Hidup tanpa bekerja lagi. Tunggu, justru hal itu yang jadi permasalahannya, pada saat kita memasuki usia pensiun 55 atau 60 tahun, dan tidak bekerja lagi maka penghasilan juga akan berhenti mengalir masuk. Bagi pegawai negeri memang ada pensiun tetapi jumlahnya tidak akan cukup untuk menjalani hidup dengan life style atau gaya hidup yang kita inginkan. Dan resiko lain dari hidup terlalu lama adalah penyakit degeneratif akibat sel-sel dan organ-organ tubuh kita yang menurun fungsinya serta system kekebalan tubuh yang berkurang kecerdasannya sehingga tubuh tua kita mudah sekali terserang sakit. Panjang umur sehat walafiat adalah impian, tetapi panjang umur dan sakit adalah resiko yang harus dihadapi.

.

Dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga yang cerdas, semua resiko kehidupan di atas tadi akan bisa kita hadapi sehingga akan selalu tersedia dana yang cukup untuk bisa hidup nyaman secara finansial. Cara-cara cerdas dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan akan kita paparkan secara bertahap dalam bentuk artikel-artikel di blog komunitas cerdas finansial Indonesia ini.

.

   
YA, saya ingin bergabung di komunitas ini dan mendapat informasi lengkap tentang peluang bisnisnya
Email
Confirm Email
Nama Lengkap
Kota
No. Telp / HP
Menabung sendiri itu biasa, tetapi bila tabungan anda diisikan oleh orang lain itu baru benar-benar luar biasa